Kategori
Business

Jangan Buka Bisnis Startup Sebelum Membaca Ini

Buka bisnis startup tidak semudah yang digambarkan orang-orang. Ini justru bisa menjadi permainan yang sulit. Hampir tidak ada pendidikan tingkat perguruan tinggi atau universitas yang dapat mempersiapkan kamu untuk itu. Sebagian besar pembelajaran hanya bisa kamu ambil dari pengalaman.

Terlebih lagi, startup itu beda dengan bisnis konvensional. Perlu kamu ketahui bahwa ekosistem startup itu jauh lebih tidak kenal ampun. Apa pun ide yang kamu punya, yakinlah bahwa ada beberapa orang lain (yang mungkin lebih kompeten) juga memikirkan, bahkan mulai mengerjakannya.

Namun, terlepas dari banyaknya pengorbanan dan tantangan yang akan kamu hadapi saat memulai startup, tetap tidak menutup kemungkinan kamu bisa sukses menjalankan bisnis rintisan kamu sendiri. Selama kamu menyusun strategi, merencanakan, dan membaca artikel ini sebelum memulai startup, kamu akan berada tetap di jalur.

1. Jangan Membuka Bisnis Startup Sendirian

Tidak ada startup yang tumbuh dan langsung mendapatkan profit dalam hitungan hari. Prosesnya akan mengharuskan kamu untuk mencurahkan banyak waktu, uang, dan kerja keras, berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Untuk mengarungi proses yang panjang dan melelahkan ini, tentu saja kamu membutuhkan mitra yang potensial.

Misalnya, pada awal mendirikan startup, kamu akan membutuhkan bimbingan dari beberapa ahli, guru, atau mentor. Dengan memiliki mentor, kamu sebagai pebisnis startup bisa mendapatkan masukan dari pebisnis yang lebih berpengalaman, kemungkinan sukses lebih besar, dan bisa terhubung dengan relasi bisnis mentor.

Selain mentor, kamu juga akan memerlukan beberapa partner yang bisa dipercaya, memiliki visi yang sama dengan kamu, serta mampu memenuhi kekurangan kamu. Misalnya, saat kamu ingin mengembangkan produk berupa website dan kurang ahli dalam bidang UI/UX, temukan partner yang hebat merancang UI/UX.

2. Jangan Mulai Tanpa Rencana Bisnis yang Matang

Tidak ada bisnis yang dapat berkembang sepenuhnya tanpa adanya rencana bisnis, terutama startup. Menulis rencana bisnis dapat membantu kamu menentukan kelayakan ide kamu dan memberikan arahan dalam mewujudkannya. Dengan rencana bisnis, kamu akan dapat mengetahui setiap langkah selanjutnya yang harus diambil.

Salah satu aspek kunci yang penting dalam penyusunan rencana bisnis adalah analisis pesaing. Analisis ini akan membantu kamu dalam mengembangkan strategi yang jauh lebih efektif untuk bisnis kamu.

Selain itu, kamu juga perlu menganalisis target pasar yang berfokus pada satu grup konsumen. Analisis ini akan membantu kamu dalam membangun dan mengembangkan produk atau layanan yang lebih tepat guna.

3. Validasi Ide Kamu

Ide memang menjadi cikal bakal terbentuknya sebuah startup dan wajar jika kamu antusias saat ide itu datang. Namun, faktanya, tidak semua startup bisa sukses dengan ide dan inovasi yang mereka usung.

Ide memang jadi kuncinya, tetapi jika tidak didasarkan oleh kebutuhan pasar, kemungkinan besar kamu akan kalah dalam persaingan dan kehabisan uang. Justru sebagai pebisnis startup, kamu harus siap dengan segala perubahan dan terobosan baru.

Bukan cuma terpaku pada ide, tetapi kamu juga harus adaptable agar bisa terus berinovasi. Sebab, value utama dari buka bisnis startup adalah keberlanjutan dan bisa bertahan pada inovasi dan keunikan yang diusungnya.

4. Pendanaan dan Anggaran

Mengumpulkan dana adalah bagian penting dalam memulai bisnis startup. Namun faktanya, ini adalah salah satu hambatan terbesar yang sering dialami pebisnis startup pada tahap awal memulai usaha.

Jika kamu tidak mampu mem-bootstrap bisnis kamu (mendanai sendiri), artinya kamu perlu menemukan metode alternatif untuk meningkatkan modal. Alternatif tersebut bisa berupa:

  • Crowdfunding, bisa melalui platformAmartha, LandX, Kitabisa.com, dll
  • Pendanaan dari orang terdekat, misalnya pasangan, keluarga, atau teman
  • Hibah dan subsidi pemerintah
  • Pinjaman bisnis
  • Modal ventura
  • Inkubator/akselerator bisnis, misalnya Indigo Incubator, IDX Incubator, Kolaborasi, Mandiri Digital Bisnis Inkubator, dll
  • Angel investor

Setelah mendapatkan dana, penting juga bagi kamu untuk menyusun rencana anggaran. Penganggaran yang tepat akan membantu kamu membuat keputusan-keputusan penting, seperti kapan harus hire staf baru, mengelola utang, dll.

5. Legalitas Hukum Untuk Kelangsungan Bisnis Startup Kamu

Salah satu faktor penting lainnya yang tidak boleh kamu abaikan jika ingin membangun startup adalah legalitas hukumnya. Badan hukum yang direkomendasikan untuk startup adalah berbentuk PT.

Startup yang berbentuk PT dinilai lebih kredibel dan memiliki perlindungan hukum yang lebih kuat sehingga investor akan lebih tertarik untuk menanamkan modalnya. Selain itu, pembagian sahamnya akan jadi lebih mudah lantaran sudah diatur dalam RUPS.

Pertanyaannya, kapan sebuah startup bisa didaftarkan menjadi PT? Waktu yang tepat adalah saat startup kamu sudah memiliki validation dan traction yang menunjukkan bahwa produk atau layanan yang kamu tawarkan layak di industri.

Demikianlah penjelasan terkait beberapa pertimbangan yang harus kamu pikirkan matang-matang sebelum memulai perjalanan buka bisnis startup kamu. Membuka startup memang tergolong high-risk. Akantetapi, dengan langkah-langkah yang terukur dan teliti, bukan tidak mungkin bisnis kamu bisa sukses dengan profit yang lebih menggiurkan.